Selasa, 17 Maret 2015

Allah Maha Penolong tanpa TAPI


Saya baru banget lulus kuliah, sangat semangat untuk mencari pekerjaan. Niatnya, hari ini saya mau melamar jadi guru infaller di salah satu sekolah bagus di daerah Villa Dago. Perjalanan dari rumah saya (jatiwaringin, bekasi) ke ciputat sekitar 2,5 jam karena macet. Ditambah lagi perjalanan dari ciputat ke Villa Dago Pamulang sekitar 1 jam. Bisa dibayangkan betapa mumetnya saya selama perjalanan karena kamacetan.
Setelah sampai di Villa Dago Pamulang, ternyata saya harus naik ojeg karena jarak ke sekolahnya sekitar 500m. Dalam hati jauh bener ini meski dengan niatan seandainya diterima ngajar disekolah ini, saya akan tinggal dirumah paman di benda pamulang tapi masih tetap jauh. Selama perjalanan pergi menuju tkp memang sudah hujan sedang.
Hanya butuh waktu 10 menit berada disekolah tersebut, karena hanya menaruh lamaran kerja di bagian personalia yayasan sekolah. Sontak saya kebingungan karena tidak ada satu pun tukang ojeg didekat sekolah. Sebelum itu saya jelaskan, bahwa villa dago itu komplek perumahan yang luas sekali dan ternyata daerah ini belum lama dibangun. Satu persatu orang dengan sepeda motornya melewati saya, saya pun hanya bisa menengok semoga yang lewat adalah tukang ojeg.
Setelah beberapa menit saya berjalan dengan memakai payung karena hujan ringan, sambil berdoa semoga Allah melindungi perjalanan saya karena komplek ini masih sepi dan rawa – rawa. Hujan memang salah satu waktu yang ijabah untuk berdoa. Allah Maha Mendengar. Allah Maha Melihat. Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.
Seorang bapak-bapak menghampiri saya dan bertanya, “mau kedepan komplek neng?”. Tanpa curiga dan hati tenang saya menjawab, “iya pak, tukang ojeg yah?”.
Dengan senyuman bapak itu pun menjawab, “bukan, bapak juga mau kedepan beli bensin, hayu bareng bapak kedepannya neng. Disini sepi.”
Dan lagi tanpa curiga saya langung naik ke motor si bapak dengan tidak melihat jelas wajah si bapak.
Horooooooor banget yak.. hahaha
Maksud saya, karena hujan dan si bapak memakai jas ujan sehingga saya tidak terlalu jelas melihat wajah si bapak.
Sepanjang perjalanan menuju depan komplek, kami pun mengobrol. Alhamdulillah si bapak ternyata baik, beliau adalah guru masak di SMK Perhotelan. Umurnya sih sekitar 60-an, perawakan tinggi, putih, pokoknya bapak – bapak banget deh.. hehe (garing.. kriiik.. kriiiik..)
Sambil mengobrol saya teringat ternyata tadi pagi, saya menolong ibu-ibu yang belum tau kampung rambutan. Padahal saya hanya menunjukan angkot yang akan kerambutan sekalian karena saya juga akan kerambutan. Karena berterima kasih si ibu pun membayarkan ongkos angkot saya. Rejeki di pagi hari.
Kembali lagi ke perbincangan dengan si bapak tadi. Si bapak pun bercerita layaknya orang tua yang sedang mengantar anaknya. Bapakpun mendoakan supaya saya lulus atau diterima bekerja. Semoga bapak dan sekeluarga selalu dalam keadaan sehat, panjang umur, dan diberi rejeki yang halal, tayyiban, barakah. Amin J
Hikmahnya : “benar sekali, jika kita menolong hamba Allah, maka Allah yang akan menolong kita. Allah Maha Penolong tanpa TAPI”

By : Siti Laila Khairani AS
16/03/2015  19:06 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar